Persuasi dan Teori Persuasi dan Pelaku Kampanye - Materi 2 Kampanye


 Persuasi adalah?

Perbedaan persepsi dan penamaan terhadap praktek kampanye yang sedang berlangsung selama ini. Secara garis besar dibagi menjadi 2 aspek yaitu:

  1. Menyoroti bagaimana kampanye dilaksanakan

Klingeman dan Romelle (2002) dalam venus, 2018:51, membagi kampanye menjadi:

  1. Kampanye informatif

  2. Kampanye komunikatif


2. Memfokuskan pada tujuan yang akan dicapai. 

Dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Informatif

  2. persuasif


Persuasi adalah Upaya Komunikator untuk mempengaruhi pemikiran dari komunikan sehingga bisa dikatakan persuasi adalah seni mempengaruhi Menurut Aristoteles :
  • Aristoteles, Carden (Heat, 2005)

Seni memengaruhi orang lain dengan menggunakan kekuatan alasan (reasoning) yang berpijak pada ethos (kredibilitas), Pathos (emosi), Logos (logika)



Persuasi pun bertindak sebagai titik tolak kampanye dimana persuasi sebagai secara inheren terkandung dalam kampanye, meskipun intinya adalah persuasi tindakan kampanye ini beda dengan persuasif secara 2 mata.

ada 4 Aspek kampanye dalam kegiatan Kampanye persuasi yang berbeda dengan kampanye perseorangan yakni : a. Kampanye secara Sistematis (berusaha menciptakan gagasan yang disodorkan)
b. Kampanye pun juga secara langsung dalam 3 tahapan yakni menarik perhatian, menyiapkan, mengajak para khalayak untuk bertindak dalam tindakan nyata
c. kampanye juga mendramatisasi gagasan gagasan yang terlibat
d. kampanye juga sebagai upaya untuk menggugah kesadaran untuk mengubah perilaku khalayak.

Dalam Praktek Kampanye, ada beberapa Model Yakni

  • Model Keyakinan Kesehatan

  • Teori Difusi Inovasi

  • Teori Perilaku Terencana

  • Teori Disonansi Kognitif

  • Teori Tahapan Perubahan

  • Teori pembelajaran Kognitif social

  • Teori Pertimbangan sosial


Menurut Perloff (1993) ia menyarankan beberapa strategi persuasi yang dapat digunakan didalam kampanye :
  1. Pilihlah komunikator yang terpecaya

  2. Kemaslah pesan sesuai keyakinan khalayak

  3. Memunculkan kekuatan diri Khalayak

  4. Ajak khalayak untuk berpikir

  5. Gunakan strategi pelibatan

  6. Gunakan strategi pembangunan inkonsistensi

  7. Bangun resistensi khalayak terhadap pesan negatif


Resistensi dalam Persuasi : Resistensi terhadap suatu pesan dapat ditunjukkan oleh seseorang dengan berbagai cara namun, pada dasarnya ada dua jenis resistensi. 
  1. Resistensi Destruktif (dengan perilaku ketidaksetujuaan yang negative, bahkan cenderung memberontak )terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak boleh ditolak.

2. Resistensi konstruktif (Penolakan terhadap suatu pengaruh yang berlawanan dengan nilai-nilai dan norma)


Comments

Popular posts from this blog

Materi 4 - Saluran dan Khalayak Kampanye

Pesan Kampanye - Materi 3